|
|---|
Sunday, February 27, 2011
Game legendaris Mortal Kombat seri terbaru hampir dipastikan tak akan masuk Australia. Pasalnya, lembaga setempat menemukan banyak adegan sadis dalam game itu.
Lembaga Classification Board, penentu rating di Australia, menetapkan game Mortal Kombat berstatus RC alias Refused Classification. Artinya, game itu termasuk dalam game paling brutal dan dilarang diperjualbelikan.
The Register melaporkan, Australia diduga akan menghambat upaya pembelian game berstatus RC itu melalui internet. Sementara itu, pengembang game, Warner Bros, tak menerima keputusan itu.
Pengembang game itu akan melakukan banding ke pengadilan setempat. “Kami menolak Mortal Kombat karena game itu penuh adegan sadis seperti memotong bagian tubuh, memenggal kepala hingga menyobek perut,” kata juru bicara Classification Board. “Tampilan game itu pun sangat detil dan realistik,” tutupnya
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1274612/terlalu-sadis-australia-blokir-mortal-kombat
Labels: Komputer dan Internet
Peneliti Perancis berhasil mengembangkan perangkat lunak baru. Perangkat lunak baru ini bisa memperlihatkan orang kode genetik komplitnya melalui smartphone.
Perangkat lunak yang dikembangkan empat ilmuwan dari Bordeaux, barat daya Prancis, itu sedang dalam tahap pengembangan di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, penguraian genetik sangat dibatasi karena adanya hukum etika Prancis.
Aplikasi DNA itu mengubah data yang diperoleh dari uji DNA menjadi informasi tiga gigabytes yang siap diakses. Informasi ini akan menyorot risiko potensial kesehatan seseorang, seperti prediksi kanker payudara yang disertai peringatan dengan simbol merah.
"Aplikasi ini dirancang untuk pencegahan dan kewasapaan," kata pendiri proyek Patrick Merel.
Merel bersama rekannya mendirikan sebuah perusahaan, Portable Genomics, di Kalifornia. Di Prancis, penguraian genetik hanya bisa dilakukan oleh dokter dan untuk kepentingan medis.
Namun anggota National Ethics Council and Research Director French National Centre for Scientific Research Patrick Gaudray mengatakan bahwa data yang diperoleh dari pindai DNA tak selalu dapat diandalkan dan hanya terbatas pada aplikasi medis saja.
Meski begitu, Merel tak mengetujui pendapat Gaudray. "Gen kita adalah milik kita,” katanya. “Mengapa kita tak punya akses pada gen kita?" tutupnya.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1274712/kode-genetik-bisa-diketahui-lewat-aplikasi-ponsel
Labels: Dunia Teknologi, Unik
Saturday, February 26, 2011

Amazing Black Skoda Fabia

Luxury Skoda Fabia
Sporty Skoda Fabia

Skoda Fabia View Detail

Skoda Fabia Interior

Red Skoda Fabia

Skoda Fabia Hatchback
Labels: Skoda












